Biodataviral.com - “Udah Sir, udah.., udah kebelet banget nih, tak berak dulu..”, dia jongkok tepat di depan hidungku dan terdengar mulai mengejan.. Selanjutnya plototan demi plototan nampak jatuh lunak ke permukaan batu itu. Dalam cahaya bulan itu nampak tai Pakde mengepul mengeluarkan uap hangat. Dan aromanyapun langsung menerjang hidungku. Inilah aroma yang selalu aku rindukan. Pada saat-saat syahwatku menjalari tubuhku macam sekarang ini. Aroma tai Pakde rasanya sangat harum dan merangsang. Aku bergetar. Nafsu syahwatku langsung melonjak. Aroma ini menjadi sangat meMbakar libidoku. Aku lebih mendekatkan hidungku untuk sebanyak mungkin menikmatinya. Ah, Pakde Sastroo.., berikan lebih banyak lagi untukku..
Kembali dia mengejan yang kemudian disusul dengan plototan pastanya kembali. Dan aku suka sekali mengamati uap hangat itu. Hidungku berusaha menangkapnya dengan mendekatkan wajahku ke pasta Pakde yang barusan jatuh itu. Selanjutnya pasta demi pasta dia jatuhkan dari anusnya. Tak lama kemudian keluar perintah bisikannya..
“Heii.. geser sini Sir, aku mau kencing, nih. SIni, biar kukencingi mulutmu..”
Sungguh, ucapan-ucapan Pakde ini sepertinya melecehkan aku banget. Tetapi telinga syahwatku menangkap lain. Omongan kasar Pakde ini justru semakin memicu libidoku. Sangat sensasional bagiku saat bagaimana seakan aku dianggap anjing atau budak olehnya. Dan Pakde rupanya sangat tahu dan punya pengalaman dalam menghadapi orang macam aku ini. Tadi menjelang makan diceritakan bahwa dia juga memiliki teman dengan hobi macam aku.
Aku bergerak pindah jongkok di arah depan Pakde. Aku melihat penisnya yang juga ngaceng berat nongol macam roket yang siap untuk diteMbakkan. Yaa.., inilah penutup orang berak, kencing. Dan air kencing yang menyertai berak itu rasanya beda. Dia lebih pekat, lebih kuning dan baunya lebih keras merangsang. Air kencing dari orang berak ini sangat merangsang syahwat. Kini aku membuka mulutku dan menganga menunggu Pakde menumpahkan kencingnya yang langsung mancur masuk ke mulutku. Uhh.. hangatnya..
Kuminum pancuran kencing Pakde itu. Tenggorokanku telah basah oleh air kencingnya. Sebagian lain lagi mencuci muka dan membasahi leher dan kemejaku. Rasanya aku mendapatkan kesegaran bir alami yang masih hangat dari pabrik. Kujilati kepala penisnya yang semakin ngaceng berat untuk membersihkan sisa-sisa kencingnya itu.
Dan akhirnya, “Sir, udah nih. Dah, sekarang kamu cebokin pantatku.. pakai lidahmu. Yang bersih ya..!!, dia sepertinya memberikan perintah pada anjingnya.
Duhh.., impianku akhirnya terwujud juga. Menjilati tai orang langsung dari pantatnya. Dengan sergapan aroma tai yang masih hangat dan jilatan lidahku aku menceboki anus Pakde sampai bersih. Yang kurasakan tai itu sangat lembut di lidahku. Ada beberapa serpihan, mungkin dari jenis makanan yang dia telan yang tidak sepenuhnya tercerna. Tentu saja mukaku kontan belepotan dengan lulur tai itu. Siapa tahu akan membuat kulit mukaku menjadi lebih kencang. Ini kan jenis mandi lumpur juga.
Sesudah itu Pakde Sastro berdiri. Sambil memegangi celananya dia teruskan instruksinya, “Aku pengin melihat kamu membersihkan meja batu ini dari taiku. Ayo, makanlah.., sini..! Makanlah seperti anjing, langsung pakai mulutmu.. Ayoo!” Gemetar syahwatku mendengar suara berwibawa Pakde Sastro ini. Kenikmatan dianggap budak atau anjing menelusuri saraf-saraf nafsu syahwatku.
Artikel Terkait
Dan dengan kepatuhan budak maupun anjing dengan setengah jongkok aku menjemput tai itu dengan mulutku. Ini persis seperti pagi tadi. Tai Pakde bertumpuk membentuk stupa. Atau semacam es krim yang baru dipelototkan ke mangkuknya. Ujungnya yang lunak meruncing, kemudian seperti spiral menggeliat berputar ke bawah. Aku mulai dengan menjilati pucuknya, melumat di bibir dan mengunyah dalam mulut untuk kemudian sebagian aku telan sementara sebagian lainnya aku buang sesudah mengisap-isap sarinya..
Kulihat Pakde onani dengan mengocok penisnya sambil memperhatikan aku menjilati tainya.
Dan ketika nafsunya semakin meMbakar dia mendekati aku, bergerak kearah belakangku tangannya mengelusi lubang pantatku dan menggerayangi penisku.
Saat spermanya mau keluar dengan cepat dia meraih kepalaku dan penisnya dijejalkan ke mulutku, Lanjut baca!

0 Response to "Heboh! Ngewe Vagina dan Anus Istri Tetangga 6"
Posting Komentar