Explore Zona Dewasa

Heboh! Kisah Anal Sex Bikin Cinta Selamanya 3

 Tradingan.com - Sambil kurendahkan tubuhku sehingga ujung pentunganku menyentuh lututnya, karena tubuhku lebih panjang dari tubuhnya. Aku rebahkan dadaku ke perutnya dan terasa hangatnya tubuh kecilnya itu. Dia merintih kesedapan, seperti yang biasa dia lakukan. Tanpa sadar aku merasa tangannya sudah bergerak mencari-cari rudalku dan menyentuh ujungnya dengan jemari mungil kecilnya. Aku mulai mengeksplorasi payudara gadisku ini. Puting kirinya kukulum dan kugigit-gigit kecil, sedangkan puting kanannya kuremas-remas dengan jemariku. Aku lakukan semesra mungkin dan dengan sangat bernafsu serta dibarengi dengan suara nafasku yang cepat.

“Ah.. Ah.. Papa, enak.. Pa. Papa hari ini kok sangat semangat sekali?”, katanya seperti berbisik.
“Tentu, sayangku. Hari ini Papa merasa seperti pengantin baru, sayang. Papa akan berikan kamu rasa paling nikmat.” Kataku lagi sambil berbisik mesra.
“Dulu waktu Papa melakukannya pertama kali dengan mamamu, dia sudah tidak perawan lagi”, kataku padanya.


“Pa, perawan itu seperti apa?” tanyanya sembari merintih. Rupanya dia belum tahu, dan aku pun belum pernah memberitahunya.
“Oo, perawan itu adalah seorang gadis yang seperti kamu yang belum pernah dimasuki oleh milik seorang lelaki. Artinya, memek kamu itu belum pernah dimasuki oleh burung laki-laki seperti burung Papa ini.” jawabku sambil berbisik.

Aku tunda mencumbunya. Aku memandangnya dengan mata penuh gelora, dari kepala sampai ke bawahnya. Aku terhenti saat memandang gundukan indah vaginanya, celah mungilnya yang merekah merah seperti mawar yang sedang mau mekar. Aku semakin te-rangsang. Aku berguling kesamping dan berjongkok di sampingnya. Kuselipkan tangan kiriku di bawah lehernya dan tangan kananku di bawah kedua lututnya. Aku mengangkatnya dan menggendongnya, sementara itu mulut dan lidahku kukonsentrasikan pada payudaranya yang putingnya sudah tegak terpacak.

Akh, sekali lagi aku semakin gemas dan geram dengan keadaan ini. Nafsu birahi telah menyelimutiku. Uh, betapa nikmatnya saat itu. Kembali dia kurebahkan di ranjang. Aku menjilat dari keningnya dan terus ke bawah sampai ke dadanya. Kuulangi beberapa kali dan akhirnya kumuarakan di gundukan indahnya. Dia merintih kegelian sedangkan aku semakin bersemangat saja. Sekali sekali ujung lidahku kubenamkan ke celah vagina nya yang kecil itu.

“Ss.. Ss..” rintihnya saat ujung lidahku menerobos celahnya.
“Kari, Papa mau bikin memekmu basah ya” kataku sambil terus dengan rakus melumat vaginanya.

Aku tak peduli lagi racauan yang keluar dari mulutnya. Aku teruskan lumatanku pada memeknya sampai dia orgasme.

“Pappaa.. Ohh ohh papapa, aku.. Enak Pa” teriaknya.

Dia merasakan orgasmenya. Aku masih menjilat memeknya yang sudah licin. Kemudian aku angkat wajahku dan dengan senyum manis kubisikkan padanya.

“Papa, sayang kamu Kari. Papa akan merasakan seenak yang kamu rasakan tadi, se-karang kamu sudah siap”, kataku sambil berbisik.

Tibalah saat eksekusi indah ini. Aku merangkak ke atasnya, perlahan kuulurkan lidahku ke mulutnya dan mulai mencumbunya. Kuteruskan cumbuanku ke bawah sampai ke dadanya. Kemudian aku berhenti dan aku mengatur posisi agar penisku tepat pada celah memek gadisku ini.

“Papa akan masukkan milik Papa ya, jika sakit nanti bilang!” kataku meyakinkannya.
“Pelan-pelan Pa ya!”, jawabnya.

Mulai kuatur dan kugesekkan ujung milikku pada bibir liangnya yang basah. Sangat kecil sekali, sampai aku berpikir apa mungkin masuk, sedangkan milikku yang besar ini seperti pentungan yang sedang pada kondisi keras luar biasa. Matanya merem-melek dan bibirnya dikatupkan rapat sekali menunggu milikku memasuki dirinya. Aku menggesek-gesekkan penisku dan terasa hangat basah. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh! Kisah Anal Sex Bikin Cinta Selamanya 3"

Posting Komentar