Explore Zona Dewasa

Heboh! Air Mani jadi Obat Awet Muda 4

 Tradingan.com - Kemudian ia menciumi dan menjilati pahaku. Dan kakiku diangkatnya ke atas sandaran tangan kursi rotan sehingga vaginaku terpampang menganga di depan mukanya. Ia masih duduk di depan dingklik tadi. Dan… dan… astaga… Pak Zainul dengan cekatan menciumi tepian bibir vaginaku. Aku sudah tak perduli apa-apa lagi hanya melenguh-lenguh keenakan. Ia menurunkan celana trainingnya dan berdiri, “Ini Mbak, obat untuk sehat,” katanya sambil tersenyum dan diasongkannya penisnya ke mulut vaginaku. Dia berlutut dan “Bles…” seketika masuk penisnya seperti pisau panas membelah mentega. 

Dan tangannya merogoh buah dadaku dan diperasnya, ditariknya dasterku ke atas dan telanjang bulatlah aku. Tanganku terkapar di kiri dan kanan sehingga buah dadaku yang sintal menonjol, Pak Zainul menciumi kiri-kanan kiri-kanan sampai pentil buah dadaku keras sekali dan basah oleh ludahnya. Pantatnya maju-mundur maju-mundur menusuk vaginaku dan aku sudah keenakan tak perduli apa-apa. “ohhh… enaknya…” Aku sendiri mengempit kencang-kencang batang panas dan berurat-urat itu. Garukan maju-mundur dari kepala penisnya dengan seksama menggores dinding lubang vaginaku. Luar biasa enak. Tangan Pak Zainul meremas-remas buah dadaku dan pentil puting susuku terasa keras di telapak tangannya yang kasap.

“Pak Zainul, Paaakk… ayo Pak goyang terusss…”

Pinggul Pak Zainul dengan gesit maju-mundur.

“Pok plok plokk plok…”

Buah zakarnya tergantung-gantung menabrak bagian bawah vaginaku dan bulunya di sekitar base dari penisnya ikut masuk ke lubang, dan waktu keluar-masuk menambah geli tak terhingga. Aku menjerit-jerit kecil keenakan, dan kakiku seperti gurita mengempit di pinggang Pak Zainul. “Gila enak bukan main.”

Ada 15 menit kami bertarung, dan kempotan vaginaku juga membuat wajah Pak Zainul merah dan urat-urat di keningnya menonjol keluar semua. Lubang vaginaku terasa agak pedih dan bibir vaginaku benar-benar ikut keluar-masuk dijepit oleh batang penisnya. Akhirnya Pak Zainul kejang-kejang dan penisnya dibenamkannya dalam-dalam dan aku segera meronta-ronta mengencangkan kempitan lubang vaginaku dan kakiku di pinggangnya juga dengan keras membantu. “Uahhh…” Meletus orgasme kami betubi-tubi. Mataku terbelalak dan nafasku sudah terengah-engah, dan tubuh Pak Zainul tumbang menimpaku di kursi itu. Hampir saja kursinya terguling. Diciumnya dengan mesra bibirku dan kubalas dengan gairah. Senut-senut vaginaku masih berdenyut dengan kuat dan batangnya terasa masih keras. Spermanya kurasa banjir keluar dari sela-sela penisnya dan mengalir ke arah pantatku dengan hangat dan kental. Wah tidak dapat si Andi aku dapat servis enak dari Pak RT, lumayan buat jajan sore. Aku jadinya menikmati anak dan bapak. Entah dia tahu tidak aku sudah memperjaka anaknya.

Tak lama Pak RT pulang setelah mencuci penisnya, dan katanya, “Mbak besok aku lanjutkan ya terapi pijetnya,” katanya sambil meremas buah dadaku dengan tangan satunya dan tangan satunya menggosok-gosok vaginaku, aku senyum saja dan “Iya deh Pak RT.” Dalam hati aku senang juga ada selingan dari orang yang berpengalaman. Kalau sama anak-anak muda aku jadi guru mereka, kadang ada enaknya dengan orang yang ada ilmu goyang yang seimbang. Aku mandi lagi, dan setelah makan aku berbaring dan tak lama aku dengar suara Andi, Herman dan Toni. Hmm, mereka sudah pulang, kulihat sudah jam 10.30 malam. Aku tidak keluar kamar membaca dan mendengarkan musik. Capai juga ngangkang di atas kursi tadi. Pinggulku agak nyeri juga. Ingat itu aku geli juga karena tidak menyangka. Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh! Air Mani jadi Obat Awet Muda 4"

Posting Komentar