Aopok.com - Sementara syahwatku belum tersalurkan dengan adanya tontonan tadi. Biarlah kutahan dulu.. Apa yang barusan kusaksikan akan membumbui onaniku nanti. Aku jadi sangat terpesona akan penis Pakde Sastro yang hebat itu. Pasti akan kubawa dalam setiap khayalanku terbang di-awang-awang. Aku berdiri dan menyusul balik ke tenda.
Sepanjang jalan balik pikiranku menerawang ke banyak kemungkinan. Siapa tahu ada pasangan lain lagi yang macam kulihat tadi. Atau ada orang yang macam aku, beraninya cuma onani dari balik semak-semak. Ah, setidaknya aku tidak lagi sendirian kini..
Petualangan menjelang gelap..
Sekitar jam 2 siang. Habis menyelesaikan tugasku, masak dan merebus air merencanakan akan memutari lembah pinus di arah barat hutan ini. Aku mempersiapkan diri dengan alat-alat “hiking” yang relatip sederhana. Tak lupa kubawa teropong kecil yang boleh pinjam dari keponakanku di rumah. Dengan gaya Indiana Jones aku merambah semak belukar dan menembus hutan kecil itu.
Sesampai di sungai yang merupakan hilir dari tempat mandi kami aku turun ke arah kanan bawah. Dengan sedikit bantuan tali tebing aku turun ke lembah pinus itu. Menurut anak-anak dari lembah ini kami bisa melihat kota Sukabumi dab Bogor. Bahkan saat cuaca baik dan langit bersih, kota Jakartapun bisa kelihatan. Aku belok menuju ke pinggir selatan yang memang terbuka.
Cuaca sangat baik, jam menunjukkan pukul 14.00 wib. Cukup waktu untuk bersantai ria di lembah ini. Aku duduk nongkrong di sebuah batu besar. Kiri bawahku nampak kali hilir tempat mandi kami, depan adalah lembah dengan panorama Sukabumi dan Bogor, samping kanan agak di kejauhan ada hutan yang cukup lebat. Kupasang teropongku. Aku melihat detail-detail di kejauhan yang menjadi serasa dekat berkat teropong ini. Nampak jalan-jalan berliku dirambati kendaraan berderet. Kebun teh terhampar hijau. Bukit-bukit yang serba subur, pedesaan yang nampak rumah-rumah kecilnya.
Tiba-tiba arah kiri kulihat dua orang mengikuti hilirnya kali. Kuarahkan teropongku ke sana. Woo.. itu kan Pakde Sastro. Sama siapa tuh? AKu coba lebih fokuskan lagi teropongku. Ah.. itu kan Robert. Mau kemana mereka? Ah jangan-jangan.. aku jadi ingat peristiwa Pakde Sastro bersama Anggoro tadi pagi. Teropongku yang lumayan hebat ini terus mengikuti langkah-langkah mereka. Nampak benar olehku bagaimana tegapnya Pakde dan nggantengnya Robert.. Loh, mereka nampaknya saleng bergandengan tangan. Ah.. aku makin penasaran. penisku mulai bereaksi.
Pas di bebatuan sungai mereka berhenti. Ah.. benar.. Rupanya mereka punya acara khusus. Bukan main Pakde Sastro ini. Kalau tadi pagi dia bisa menggaet Anggoro, kini dia gaet si Robert..
Kini keduanya tenggelam dalam pelukan. Nampak Pakde Sastro sangat bernafsu melumati bibir Robert. Dan Robert tidak canggung melayaninya. Apakah mereka sudah saling berhubungan juga di kampung kami? Aku jadi tegang banget menyaksikannya. Aku pikir perlu lebih mendekat lagi tetapi tetap pada titik yang aman. Aku turun dari batuku dan setengah merunduk aku berusaha mendekat hingga tinggal jarak 20 meteran. Tentu saja aku tetap berada dibalik semak dan batang pinus yang ada di situ.
Artikel Terkait
Kecuali suara mereka yang tak mungkin kutangkap karena tersapu oleh riamnya suara kali, kini aku bisa melihat lewat teropongku seakan mereka tepat di depan hidungku. Woo, bukan main.. Kulihat tangan Pakde Sastro meremasi tonjolan penis Robert di belakang celana jeans-nya. Sementara Robert sepertinya mengikuti saja maunya Pakde. Beberapa saat kemudian nampak tangan Pakde berusaha menarik resleiting celana Robert, dan Robert membantunya hingga celana itu lepas merosot ke bebatuan kali itu. Dan tanpa “spasi” lagi Pakde langsung jongkok menciumi celana dalam yang membungkus tonjolan penis Robert itu. Kelihatan banget bagaimana Robert menahan gelinjangnya. Sebentar-bentar mendongakkan kepalanya menahan gelora birahinya yang diikuti tangannya, Lanjut baca!

0 Response to "Heboh! Ngewe Vagina dan Anus Istri Tetangga 5"
Posting Komentar